Penyeselan terbesarku setelah resign kerja

Gambar
Hampir semua orang yang aku temui, pasti nanyain gini "kenapa kamu resign? kan sudah bagus posisinya, kan gajinya sudah tinggi, kan kerjanya gak terlalu berat, kan, kan, dan kan-kan yang lain".  Aku selalu jawab template "masih pengen kuliah, soalnya kalau sudah ketua-an males mau kuliah lagi" Padahal jawaban sesungguhnya adalah aku mendekatkan diri dengan mimpi dan impianku di masa depan. Dimana dalam bayanganku, aku dimasa depan akan berpenghidupan dari bisnis, seminggu dua kali aku ngajar di universitas, dan akhir pekan menikmati hari dengan keluarga kecilku. Oleh karena itu aku memilih resign, karena dengan resign di akhir 2019. Aku bisa memulai bisnis atau bahasa kerennya sekarang "start up" di bidang lingkungan, yakni Bank Sampah Hamdalah.Bisnis ini merupakan salah satu bisnis yang paling memuaskan dari beberapa perjalanan bisnisku selama ini. Selain mendapatkan uang dari kegiatan bisnis tersebut (meskipun gak banyak), aku juga dapat membantu orang u...

ORANG INDONESIA PENAKUT DAN PEMALAS

 



KAGET?
Tidak semua, tapi banyak!
dan lebih parahnya kaum penakut dan pemalas ini banyak yang datang dari akademisi, anak organisasi serta orang-orang yang lebih bisa mengakses banyak informasi. Kaum ini menghasut mereka yang minim pengetahuan untuk setuju dengan pemikiran mereka “bahwa warga lokal diperbudak”.

KOK BISA?
kok bisa takut kalau ada tenaga kerja asing masuk ke Indonesia?
padahal warga kita juga sangat gemar menjadi tenaga kerja di berbagai negara.
Faktanya, Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri mencapai 276.553 orang pada tahun 2019 yang tersebar diberbagai negara. S
edangkan, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berada di Indonesia sebanyak  98.902 orang, hanya 35,7 % dari TKI kita.


Terus ada yang bilang "kita menjadi budak ditanah sendiri", ya itu kan karena kemalasanmu untuk belajar sesuatu yang baru, keahlian baru, mengasah kreatifitas dan belajar semua yang dibutuhkan.
Jangan ketidaktahuanmu menjadi beban negara dan orang lain, kecuali dia memang tidak mendapatkan akses pendidikan.
tapi bukannya orang disekitar kita juga tanggung jawab kita? kita juga harus berkontribusi dilingkungan sekitar kita, kalau mereka masih terbelakang, edukasi mereka dengan cara kita.

Kalau kita sudah meningkatkan kemampuan kita dan lingkungan sekitar kita, lalu mereka mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni.
LANTAS APA YANG KITA HARUS KITA TAKUTKAN?
Bukannya mereka (tenaga kerja asing) kesini salah satu alasannya karena tenaga kerja lokal di Indonesia kurang mumpuni, atau orang yang mumpuni lebih memilih di luar negeri karena bayarannya lebih tinggi?

Jangan terlalu fokus terhadap ekspansi asing ke negeri kita. kalau kita pintar, kita akan hanya mempekerjakan mereka bukan kita yang dipekerjakan.
Jadi fokus untuk membangun diri, karena ketakutan biasanya datang dari orang-orang yang tidak percaya diri, oleh karena itu kita tingkatkan kemampuan kita agar kita percaya diri bersaing ditingkat global, jangan biarkan negara asing mengambil alih.
Kita tidak menerima mereka karena kita sudah mampu, bukan karena tutup pintu.

 

#Opini


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyeselan terbesarku setelah resign kerja

PENGALAMAN DITOLAK PTN (SNMPTN DAN SBMPTN)

KECENDERUNGAN MEMPERMALUKAN ORANG LAIN