Penyeselan terbesarku setelah resign kerja


Hampir semua orang yang aku temui, pasti nanyain gini "kenapa kamu resign? kan sudah bagus posisinya, kan gajinya sudah tinggi, kan kerjanya gak terlalu berat, kan, kan, dan kan-kan yang lain". Aku selalu jawab template "masih pengen kuliah, soalnya kalau sudah ketua-an males mau kuliah lagi"
Padahal jawaban sesungguhnya adalah aku mendekatkan diri dengan mimpi dan impianku di masa depan.
Dimana dalam bayanganku, aku dimasa depan akan berpenghidupan dari bisnis, seminggu dua kali aku ngajar di universitas, dan akhir pekan menikmati hari dengan keluarga kecilku.

Oleh karena itu aku memilih resign, karena dengan resign di akhir 2019. Aku bisa memulai bisnis atau bahasa kerennya sekarang "start up" di bidang lingkungan, yakni Bank Sampah Hamdalah.Bisnis ini merupakan salah satu bisnis yang paling memuaskan dari beberapa perjalanan bisnisku selama ini. Selain mendapatkan uang dari kegiatan bisnis tersebut (meskipun gak banyak), aku juga dapat membantu orang untuk kehidupannya dan lingkungannya. Jadi ada kepuasan berlipat-lipat saat menjalankan bisnis ini.

Selain itu, setelah aku resign dari perusahaan. Aku juga mengejar impianku yang lain yaitu ngajar di Universitas. Makanya aku memutuskan untuk lanjut kuliah.
Awalnya sempet bingung, mau kuliah di Malang atau di Jogja. Soalnya masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.
Kalau aku kuliah di Malang, aku lebih gampang untuk bertahan hidup karena sudah pernah 4 tahun tinggal disana untuk menempuh sarjana. Tapi, disana rata-rata kualitas kampus untuk studi Pascasarjana bisa dikatakan biasa saja (kurang menantanglah).
Atau aku kuliah di jogja, dengan segudang pengalaman baru yang sudah menanti dan juga sepertinya tingkat kesulitan pelajarannya akan lebih menantang. Tapi sekali lagi, kelemahannya kalau aku hidup di Jogja akan lebih sulit dari segi keuangan karena belum tau karakteristik kotanya sehingga perlu adaptasi lama.

Singkat cerita, aku memilih jogja untuk studi pascasajanaku dengan segala pertimbangannya.
Bermodal tabungan 9 juta (untuk UKT, kos, makan, penelitian dan lain-lain dari semester awal sampai lulus), aku nekat berangkat ke jogja.
dan yang perlu kalian tau, aku sekarang sudah semester 3 padahal buat uang UKT Pascasarjana di UGM itu 9 juta (gila gak tuh? hahaha).
Tapi entah kenapa di setiap perjalananku selama aku di Jogja selalu MESTAKUNG / SEMESTA MENDUKUNG (banyak sekali keajaibannya, pengen tau ceritanya? akan aku ceritakan di next artikel).

Menginjak semester 3 ini, perjuangan semakin berat, karena uang sudah bisa dikatan sudah sangat tipis. Kos habis tapi belum bisa perpanjang, hp mati total, gak punya kendaraan mau kemana-mana, mau mulai penelitian uangnya gak ada.
Sempat terlintas pertanyaan orang-orang padaku dulu, setahun setelah aku resign kerja "sekarang kamu nyesel gak resign?". Maksud mereka nyesel gak resign dari yang awalnya punya uang, sekarang harus tertatih berjuang.
Aku tegaskan lagi, aku tidak pernah menyesalkan perjuanganku. Karena ini adalah jalan yang aku yakini.
Satu-satunya yang aku srsalkan hanya, Kenapa aku tidak tau dan tidak sadar Financial Planning.

Setelah aku berhenti bekerja dan penghasilan yang bisa dibilang rendah karena masih merintis bisnis, aku mulai sadar bahwa uang kita harus diatur, agar kedepan bisa mencapai financial freedom, pensiun dini, mempersiapkan masa depan anak, atau apapun yang ingin kamu capai.
Hal itu akan lebih mudah jika memahami konsep financial planning.
Setidaknya aku tau beberapa hal tentang cara mengatur danaku dan dimana aku harus menyimpannya seperti di:
a. dana darurat
b. asuransi jiwa
c. tabungan yang ditaruh di reksadana seperti di bibit
d. Investasi (Bisnis, saham, crypto di binance, dan saham luar negeri di Gotrade)

dan gilanya lagi aku pernah mendapat keuntungan 2 jt dalam 1 hari,sangat menggiurkan bukan?

Oleh karena itu, sedini mungkin kamu harus tau financial planning agar kamu lebih mudah mencapai tujuan financialmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGALAMAN DITOLAK PTN (SNMPTN DAN SBMPTN)

KECENDERUNGAN MEMPERMALUKAN ORANG LAIN