Penyeselan terbesarku setelah resign kerja

Gambar
Hampir semua orang yang aku temui, pasti nanyain gini "kenapa kamu resign? kan sudah bagus posisinya, kan gajinya sudah tinggi, kan kerjanya gak terlalu berat, kan, kan, dan kan-kan yang lain".  Aku selalu jawab template "masih pengen kuliah, soalnya kalau sudah ketua-an males mau kuliah lagi" Padahal jawaban sesungguhnya adalah aku mendekatkan diri dengan mimpi dan impianku di masa depan. Dimana dalam bayanganku, aku dimasa depan akan berpenghidupan dari bisnis, seminggu dua kali aku ngajar di universitas, dan akhir pekan menikmati hari dengan keluarga kecilku. Oleh karena itu aku memilih resign, karena dengan resign di akhir 2019. Aku bisa memulai bisnis atau bahasa kerennya sekarang "start up" di bidang lingkungan, yakni Bank Sampah Hamdalah.Bisnis ini merupakan salah satu bisnis yang paling memuaskan dari beberapa perjalanan bisnisku selama ini. Selain mendapatkan uang dari kegiatan bisnis tersebut (meskipun gak banyak), aku juga dapat membantu orang u...

KECENDERUNGAN MEMPERMALUKAN ORANG LAIN


Hari ini di pamekasan ditangkap seorang pencuri kotak amal. 

Maka ramailah postingan tentang si pencuri, baik foto maupun videonya. Disebarkan tanpa mempertimbangkan aspek apapun.

Tanpa melihat kesedihan keluarga yang mendidiknya dari kecil.

sehingga
akan mempermalukan keluarga, yang telah mendidik pelaku.

Yang mungkin saja melakukan hal tersebut karena desakan kebutuhan ataupun kekhilafan sesaat.

Hal ini juga terjadi pada pelaku pembuat video me**sum, yang juga disuruh polisi untuk klarifikasi dan minta maaf pada publik.
kenapa harus
klarifikasi? Kalau polisi sudah memvalidasi kasus tersebut. Harus kah kembali mempermalukan orang lain? Padahal dengan menyebarnya kasus tersebut, pelaku, keluarga besert a orang-orang terdekatnya sudah malu setengah mati.

Ada yang bilang "ini bentuk ganjaran untuk mereka",
lah bukannya ganjaran itu tuhan yang ngatur, sekarang kok kalian ambil alih
tugas tuhan. hahaha
Ada juga yang bilang "untuk efek jera",
akan tetapi secara psikologis, dipermalukan didepan banyak orang akan membuat mereka tertekan / stress yang akan memicu untuk mereka lebih sulit untuk bangkit
sehingga bisa saja mengakhiri hidupnya. Atau justru orang (pelaku) tersebut akan lebih memprotek dirinya sendiri, justru mereka tidak akan merasa bersalah. malah cenderung akan melakukan kesalahan yang lebih besar karena kekecewaan yang ditimbulkan.

bukankah dengan begitu kita hanya memperburuk keadaan?


Inginnya memberi efek jera, tapi malah mendorong untuk membuat kesalahan yang berbeda.
Jadi, bijaklah dalam bersosial media.


In my point of view
coba share your poin of view

#Opini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyeselan terbesarku setelah resign kerja

PENGALAMAN DITOLAK PTN (SNMPTN DAN SBMPTN)