Penyeselan terbesarku setelah resign kerja
Maka ramailah postingan tentang si pencuri, baik foto maupun videonya. Disebarkan tanpa mempertimbangkan aspek apapun.
Tanpa melihat kesedihan keluarga yang mendidiknya dari kecil.
sehingga akan mempermalukan
keluarga, yang telah
mendidik pelaku.
Yang mungkin saja melakukan hal tersebut karena desakan kebutuhan ataupun
kekhilafan sesaat.
Hal ini juga
terjadi pada pelaku pembuat video me**sum, yang juga disuruh polisi untuk
klarifikasi dan minta maaf pada publik.
kenapa harus klarifikasi?
Kalau polisi sudah memvalidasi kasus tersebut.
Harus kah kembali
mempermalukan orang lain? Padahal dengan
menyebarnya kasus tersebut, pelaku, keluarga besert a orang-orang terdekatnya
sudah malu setengah mati.
Ada yang bilang "ini bentuk ganjaran untuk mereka",
lah bukannya ganjaran itu tuhan yang ngatur, sekarang kok kalian ambil alih tugas tuhan. hahaha
Ada juga yang bilang "untuk efek jera",
akan tetapi secara psikologis, dipermalukan didepan banyak orang akan membuat
mereka tertekan / stress yang akan memicu untuk mereka lebih sulit untuk
bangkit sehingga bisa saja mengakhiri
hidupnya. Atau justru orang (pelaku) tersebut akan lebih memprotek dirinya
sendiri, justru mereka tidak akan merasa bersalah. malah cenderung akan
melakukan kesalahan yang lebih besar karena kekecewaan yang ditimbulkan.
bukankah dengan begitu kita hanya memperburuk keadaan?
Inginnya memberi efek jera, tapi malah mendorong untuk membuat kesalahan yang
berbeda.
Jadi, bijaklah dalam bersosial media.
In my point of view
coba share your poin of view
#Opini
Komentar
Posting Komentar