Penyeselan terbesarku setelah resign kerja
Perkenalkan nama aku Moh Ihsan Zain berasal dari
kabupaten Pamekasan, Madura. Aku kuliah disalah satu kampus di malang, yakni UMM. Aku angkatan 2013 jurusan Peternakan.
Saat ini aku akan coba menceritakan sedikit perjalanan hidup aku, dari sebelum
kuliah sampai saat ini (10 Juni 2014).
Pertama aku akan mulai
dari saat aku kelas XII SMA. Meskipun aku orang desa aku sekolah di salah satu
SMA favorit dikota aku, yaitu SMAN 3 PAMEKASAN. Menurut aku, sebagian besar
anak SMA memiliki dua momen penting yang sangat menegangkan dalam hidupnya
selama kelas XII. Yang pertama yaitu menunggu pengumuman kelulusan Ujian Nasioal
(yang saat itu adalah uji coba dengan 25 lembar soal yang berbeda dalam satu
kelas) dan yang kedua menunggu pengumuman kelulusan penerimaan Perguruan Tinggi
Negeri lewat jalur undangan atau yang dikenal dengan istilah SNMPTN. Dalam
pemilihan jurusan saat mendaftar SNMPTN aku memilih kimia, karena aku suka
pelajaran tersebut meskipun tidak terlalu menguasai. Dan untuk pemilihan
kampusnya aku memilih UNPAD dan UGM. Jangan heran.. sepertinya gradenya memang
terlalu tinggi buat seorang Ihsan. Siswa biasa saja dan kurang berprestasi
semasa SMA kecuali ngelawak di depan teman-temannya. Tapi dengan kekeh, itu
sudah tekad aku. Setelah aku memilih jurusan dan PTN tersebut, aku konsultasi
pada wali kelas aku. Dan benar saja, dia mengatakan pilihannya terlalu tinggi,
dan dia menyarankan tetap mengambil kimia namun PTN-nya saja suruh dirubah.
Setelah aku fikir beberapa kali dan akhirnya aku memutuskan tetap pada pilihan aku
yang pertama tanpa menghiraukan saran yang telah diberikan wali kelas.
Waktu pengumuman SNMPTN pun semakin dekat, hati gelisah
gak kepalang. Yang ada dipikiran hanya “aku pasti diterima”. Waktu pengumuman
pun tiba, aku segera mengambil HP untuk melihat pengumumannya. Setelah aku bertanya
situs pengumumannya ke berbagai teman, dengan bacaan BISMILLAHIRROHMANIRROHIM aku
mulai mengakses situs tersebut dan akhirya tulisan.. jeng, jing, jeeeeeeeeeng “MAAF ANDA TIDAK DITERIMA SNMPTN 2013”. Perasaan pun
mulai bercampur aduk, antara harus ikhlas dan ketidak percayaan kalau aku
gagal. Dengan segera aku menghubungi teman-teman dan ternyata lebih banyak
teman aku yang diterima, dengan besar hati aku pun harus mengikhlaskan hasil
ini. Mungkin.. ini adalah jalan yang terbaik yang tuhan berikan kepada aku.
Hari-hari berikutnya setelah
aku sudah benar-benar ikhlas dengan kegagalanku. Aku akan mencoba peruntungan
di tes yang lain untuk masuk PTN yaitu jalur tulis atau biasa disebut SBMPTN. Dengan
pilihan kampus UNPAD dan UM dengan jurusan yang sama seperti tes pertama yaitu
kimia. Karena saking kecewanya, aku mulai belajar dengan giat setiap hari,
mulai belajar TPA sampai kimia, fisika, matematika, biologi dan semua itu
sangat memeras otak aku. Namun semua itu tak aku hiraukan karena saking
kesalnya. Beberapa hari sebelum aku ikut ujian, aku berangkat ke malang dimana aku
memilih tempat ujian dan aku menginap di rumah teman. Akhirnya hari ujianpun
tiba, dengan segala persiapan, aku menuju tempat ujian tanpa ragu, setelah
sampai tempat ujian ternyata aku salah jadwal, yang seharusnya masuk jam 10.00,
eeeeh... aku kira jam 07.00. setelah menunggu beberapa lama, ujian pun dimulai
dan inilah perjuanganku yang sebenarnya. Beberapa bulan kemudian dengan hati
berdebar-debar aku melihat hasil penguman di internet, dan hasilnya aku melihat tulisan merah untuk yang kedua kalinya
dengan tulisan “MAAF ANDA TIDAK DITERIMA SBMPTN 2013”.
Anda semua bisa membayangkan betapa kecewanya diri ini, juga malu dengan
teman-teman karena banyak yang diterima.
Namun lagi-lagi aku harus
menerima hasil itu dengan hati ikhlas. Meskipun aku mulai frustasi dengan semua
hasil yang diterima, namun masih ada sedikit harapan dan do’a yang selalu
terselip agar aku bisa kuliah di luar kota, untuk menambah ilmu dan pengalaman.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya keajaiban itupun datang. Aku diajak
tetangga untuk kuliah di MALANG dan oranng tuaku sangat mendukung hal itu.
Akhirnya aku ikut tetangga aku ke malang, namun belum tahu mau memilih jurusan
apa. Awalnya pengen masuk Psikologi karena aku seneng banget lihat kepribadian
seseorang, namun setelah melihat beberapa jurusan dan daftar keuangan di brosur
UMM, aku memutuskan untuk memilih Peternakan karena dengan alasan jurusan ini sedikit
sinkron dengan jurusanku saat SMA (kebetulan jurusanku IPA) dan alasan yang
kedua karena uang pembayarannya sesuai dengan keadaan orang tua aku (uang
SPPnya paling murah dibandingkan jurusan lain). Singkat ceria, aku lulus pada
tes masuk mahasiswa baru di UMM.
Pertama
kali aku minder kepada teman SMA aku, karena aku berada di universitas swasta,
lama – kelamaan rasa itu hilang dan aku merasa TERSESAT DI JALAN YANG BENAR, karena
disana aku bisa banyak berkarya, aktif diberbagai organisasi, dan aku mendapat
beasiswa selama empat semester dari DIKTI dan dari Toyota Astra. Jadi jangan
minder meskipun kamu ditolak di berbagai Perguruan Tinggi Negeri, siapa tau
kamu bisa berkarya dan berkontribusi lebih banyak ditempat lain. Tetap semangat
untuk semua pendekar pencari ilmu.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh
jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah
mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Albaqarah : 216)”
Sekian sedikit pengalamanku
tentang perjalanan tentang penolakan di beberapa Perguruan Tinggi Negeri. Apabila
ada salah kata, aku mohon maaf dan mohon dikritik dan saran demi perbaikan
cerita ini. Terima kasih atas sudah mau menyimak, selamat beraktifitas.
Komentar
Posting Komentar