Penyeselan terbesarku setelah resign kerja

Gambar
Hampir semua orang yang aku temui, pasti nanyain gini "kenapa kamu resign? kan sudah bagus posisinya, kan gajinya sudah tinggi, kan kerjanya gak terlalu berat, kan, kan, dan kan-kan yang lain".  Aku selalu jawab template "masih pengen kuliah, soalnya kalau sudah ketua-an males mau kuliah lagi" Padahal jawaban sesungguhnya adalah aku mendekatkan diri dengan mimpi dan impianku di masa depan. Dimana dalam bayanganku, aku dimasa depan akan berpenghidupan dari bisnis, seminggu dua kali aku ngajar di universitas, dan akhir pekan menikmati hari dengan keluarga kecilku. Oleh karena itu aku memilih resign, karena dengan resign di akhir 2019. Aku bisa memulai bisnis atau bahasa kerennya sekarang "start up" di bidang lingkungan, yakni Bank Sampah Hamdalah.Bisnis ini merupakan salah satu bisnis yang paling memuaskan dari beberapa perjalanan bisnisku selama ini. Selain mendapatkan uang dari kegiatan bisnis tersebut (meskipun gak banyak), aku juga dapat membantu orang u...

PENGALAMAN DITOLAK PTN (SNMPTN DAN SBMPTN)

 


Sebelum kita menikmati ceritanya, aku mau disclaimer dulu. Ini merupakan tulisanku pada tahun 2014 bulan Juni yang belum sempat upload di blog ini. 100 persen tulisan ini masih sesuai aslinya, biar tidak mengurangi emosi atau perasaan saat menulis pada waktu itu. Langsung saja kita keceritanya, cekidoooot...

Perkenalkan nama aku Moh Ihsan Zain berasal dari kabupaten Pamekasan, Madura. Aku kuliah disalah satu kampus di malang, yakni UMM. Aku angkatan 2013 jurusan Peternakan. Saat ini aku akan coba menceritakan sedikit perjalanan hidup aku, dari sebelum kuliah sampai saat ini (10 Juni 2014).

            Pertama aku akan mulai dari saat aku kelas XII SMA. Meskipun aku orang desa aku sekolah di salah satu SMA favorit dikota aku, yaitu SMAN 3 PAMEKASAN. Menurut aku, sebagian besar anak SMA memiliki dua momen penting yang sangat menegangkan dalam hidupnya selama kelas XII. Yang pertama yaitu menunggu pengumuman kelulusan Ujian Nasioal (yang saat itu adalah uji coba dengan 25 lembar soal yang berbeda dalam satu kelas) dan yang kedua menunggu pengumuman kelulusan penerimaan Perguruan Tinggi Negeri lewat jalur undangan atau yang dikenal dengan istilah SNMPTN. Dalam pemilihan jurusan saat mendaftar SNMPTN aku memilih kimia, karena aku suka pelajaran tersebut meskipun tidak terlalu menguasai. Dan untuk pemilihan kampusnya aku memilih UNPAD dan UGM. Jangan heran.. sepertinya gradenya memang terlalu tinggi buat seorang Ihsan. Siswa biasa saja dan kurang berprestasi semasa SMA kecuali ngelawak di depan teman-temannya. Tapi dengan kekeh, itu sudah tekad aku. Setelah aku memilih jurusan dan PTN tersebut, aku konsultasi pada wali kelas aku. Dan benar saja, dia mengatakan pilihannya terlalu tinggi, dan dia menyarankan tetap mengambil kimia namun PTN-nya saja suruh dirubah. Setelah aku fikir beberapa kali dan akhirnya aku memutuskan tetap pada pilihan aku yang pertama tanpa menghiraukan saran yang telah diberikan wali kelas.

Waktu pengumuman SNMPTN pun semakin dekat, hati gelisah gak kepalang. Yang ada dipikiran hanya “aku pasti diterima”. Waktu pengumuman pun tiba, aku segera mengambil HP untuk melihat pengumumannya. Setelah aku bertanya situs pengumumannya ke berbagai teman, dengan bacaan BISMILLAHIRROHMANIRROHIM aku mulai mengakses situs tersebut dan akhirya tulisan.. jeng, jing, jeeeeeeeeeng “MAAF ANDA TIDAK DITERIMA SNMPTN 2013”. Perasaan pun mulai bercampur aduk, antara harus ikhlas dan ketidak percayaan kalau aku gagal. Dengan segera aku menghubungi teman-teman dan ternyata lebih banyak teman aku yang diterima, dengan besar hati aku pun harus mengikhlaskan hasil ini. Mungkin.. ini adalah jalan yang terbaik yang tuhan berikan kepada aku.

            Hari-hari berikutnya setelah aku sudah benar-benar ikhlas dengan kegagalanku. Aku akan mencoba peruntungan di tes yang lain untuk masuk PTN yaitu jalur tulis atau biasa disebut SBMPTN. Dengan pilihan kampus UNPAD dan UM dengan jurusan yang sama seperti tes pertama yaitu kimia. Karena saking kecewanya, aku mulai belajar dengan giat setiap hari, mulai belajar TPA sampai kimia, fisika, matematika, biologi dan semua itu sangat memeras otak aku. Namun semua itu tak aku hiraukan karena saking kesalnya. Beberapa hari sebelum aku ikut ujian, aku berangkat ke malang dimana aku memilih tempat ujian dan aku menginap di rumah teman. Akhirnya hari ujianpun tiba, dengan segala persiapan, aku menuju tempat ujian tanpa ragu, setelah sampai tempat ujian ternyata aku salah jadwal, yang seharusnya masuk jam 10.00, eeeeh... aku kira jam 07.00. setelah menunggu beberapa lama, ujian pun dimulai dan inilah perjuanganku yang sebenarnya. Beberapa bulan kemudian dengan hati berdebar-debar aku melihat hasil penguman di internet, dan hasilnya aku  melihat tulisan merah untuk yang kedua kalinya dengan tulisan “MAAF ANDA TIDAK DITERIMA SBMPTN 2013”. Anda semua bisa membayangkan betapa kecewanya diri ini, juga malu dengan teman-teman karena banyak yang diterima.

            Namun lagi-lagi aku harus menerima hasil itu dengan hati ikhlas. Meskipun aku mulai frustasi dengan semua hasil yang diterima, namun masih ada sedikit harapan dan do’a yang selalu terselip agar aku bisa kuliah di luar kota, untuk menambah ilmu dan pengalaman. Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya keajaiban itupun datang. Aku diajak tetangga untuk kuliah di MALANG dan oranng tuaku sangat mendukung hal itu. Akhirnya aku ikut tetangga aku ke malang, namun belum tahu mau memilih jurusan apa. Awalnya pengen masuk Psikologi karena aku seneng banget lihat kepribadian seseorang, namun setelah melihat beberapa jurusan dan daftar keuangan di brosur UMM, aku memutuskan untuk memilih Peternakan karena dengan alasan jurusan ini sedikit sinkron dengan jurusanku saat SMA (kebetulan jurusanku IPA) dan alasan yang kedua karena uang pembayarannya sesuai dengan keadaan orang tua aku (uang SPPnya paling murah dibandingkan jurusan lain). Singkat ceria, aku lulus pada tes masuk mahasiswa baru di UMM.

            Pertama kali aku minder kepada teman SMA aku, karena aku berada di universitas swasta, lama – kelamaan rasa itu hilang dan aku merasa TERSESAT DI JALAN YANG BENAR, karena disana aku bisa banyak berkarya, aktif diberbagai organisasi, dan aku mendapat beasiswa selama empat semester dari DIKTI dan dari Toyota Astra. Jadi jangan minder meskipun kamu ditolak di berbagai Perguruan Tinggi Negeri, siapa tau kamu bisa berkarya dan berkontribusi lebih banyak ditempat lain. Tetap semangat untuk semua pendekar pencari ilmu.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Albaqarah : 216)”

            Sekian sedikit pengalamanku tentang perjalanan tentang penolakan di beberapa Perguruan Tinggi Negeri. Apabila ada salah kata, aku mohon maaf dan mohon dikritik dan saran demi perbaikan cerita ini. Terima kasih atas sudah mau menyimak, selamat beraktifitas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyeselan terbesarku setelah resign kerja

KECENDERUNGAN MEMPERMALUKAN ORANG LAIN